Pantai Sa’O

Pantai Sa’O (Waiara Beach)

 
Dermaga kecil yang berdiri di Pantai Waiara, Sa’O

Hari Minggu menjadi pilihan terakhir setelah bingung menentukan waktu yang tepat kapan akan jalan-jalan. Alasan utama tentu saja kesibukan yang nyaris sulit dihentikan sesaat, tapi sesuai dengan moto “Hard work, hard play” maka disepakati sore hari kita meluangkan waktu untuk mengunjungi pulau Pangabatang untuk melakukan snorkling.

Jajaran pohon kelapa dan suasana Pantai Waiara
Jam setengah tiga dengan naik ojek dan pinjaman satu motor, kami menuju ke arah timur dengan tujuan ke Waiara. Waiara yang berjarak kurang lebih 10 km dari kota Maumere kami tempuh selama 15 menit karena kami sendiri tidak terburu-buru. Pantai Waiara ini juga biasa disebut penduduk setempat dengan nama Pantai Sa’O.
Dengan berempat, kami turun di Sea Dive Beach Hotel (aku agak lupa nama tempat itu) karena terakhir kali aku kesini di hotel itu yang memiliki peralatan menyelam lengkap beserta perahu dengan lantai kaca untuk melihat pemandangan bawah laut Maumere yang terkenal indah.
Sayang, rencana ternyata tak berjalan sebagaimana mestinya. Pemandu lokasi penyelaman ternyata baru kembali dari penyelaman sementara menurut penjelasan mereka, kalo sudah sore begini sudah kurang bagus untuk melakukan penyelaman apalagi snorkling. Kalo berminat mereka menganjurkan untuk berangkat pagi.
Untuk mengurangi kekecewaan akhirnya kami snorkling di pantai Sa’O ini. Walaupun berpasir hitam ternyata di beberapa spot masih dijumpai kawasan terumbu karang dengan berbagai macam jenis ikan yang lumayan banyak. Memang tak sebanding dengan kawasan perairan di daerah kepulauan macam Pulau Babi/Bater, Pangabatang, Kambing, Pemana Besar, Damhila, Permaan, Besar, Palue. Pulau-pulau di Kabupaten Sikka ini rata-rata berpasir putih landai yang memiliki kawasan terumbu karang yang indah.
Di Pantai Sa’O sendiri ternyata telah dibangun deretan villa-villa kecil dan hotel baik milik dari Hotel Sea Dive maupun milik dari Hotel Sa’O Wisata. Bahkan di sebelah kiri berdiri bangunan besar dengan penataan yang menarik dengan jajaran pohon kelapa yang dimiliki oleh orang asing.
Walaupun telah berdiri villa-villa kecil tapi kawasan di Pantai Sa’O ini masih terasa tenang. Senja hari masih dinikmati tanpa banyak terganggu oleh suara-suara sekitar. Burung elang laut yang memekik sambil terbang berputar-putar dan nelayan-nelayan yang mulai mengayunkan sauhnya saling bertemu dalam suasana remang senja.
Nikmatnya menikmati senja dari tempat yang begitu tenang
Akhirnya kami duduk-duduk di sebuah dermaga kayu kecil yang berdiri memanjang di sebelah kiri hotel. Sepertinya masih ada hutang yang harus kami bayar untuk menikmati senja dari pulau Pangabatang yang tampak di seberang mata kami. Ah, hari ini kami hanya menikmati senja dikejauhan dari pulau tapi kami akan kembali dan benar-benar menikmati senja di pulau itu.
Tak terasa hampir jam tujuh saat sisa sinar matahari telah melewatkan warna keemasannya dan berganti warna biru.
 
aslinya ada disini

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: